Uncategorised

Rencana Pendidikan

1.- Intuisi-intuisi dan suatu organisasi

♦ Pada mulanya, menempatkan bruder-bruder di tempat masing-masing, di desa-desa untuk mengajar.
♦ Anak harus dihormati dan dicintai.
♦ Sekolah adalah satu cara untuk membebaskan dan membina warga dan orang kristiani.

 
"Semua berasal dari pendidikan."

2.- Suatu keyakinan

◊ Membentuk manusia secara total melalui pendidikan secara integral
◊ Membantu manusia membangun kesatuannya

 
“ Memperkaya jiwa, badan dan pikirannya ” 

3.- Suatu cara hidup

• Organisasi untuk melayani keberhasilan orang muda.
• Kualitas hubungan antara semua orang adalah hal yang mendasar.

 
“ Kelemahlembutan dan ketegasan “ 

4.- Suatu cara berpikir

♦ Pembaharuan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan-kebutuhan
♦ Pengajaran dan pendidikan di tengah berbagai macam realitas :

  • → TK, SD, SMP, SMA , SLTA, SMK ;
  • → Teknik, teknologi, pertanian dan sekolah-sekolah kelautan.
  • → Penguruan Tinggi, universitas ;
  • → Pusat formasi untuk orang muda dan dewasa ;
  • → Pusat liburan, karya-karya sosial…

“ Mengetahui bagaimana berkelakuan baik dan belajar satu atau beberapa profesi.”

 

Spiritualitas kami

Spiritualitas atau mengikuti Yesus seperti Yohanes-Maria, ketika hidup menginspirasikan doa dan tindakan diinspirasikan doa...
“ Hendaknya cintakasih persaudaraan meraja di antara semua anggota komunitas yang sama. “
Pedoman hidup dari 1835

DSDIEU SEUL : Hanya untuk Allah

"Meninggalkan keinginan pribadi, segala sesuatu untuk Allah. Hanya untuk Allah."
Yohanes- Maria

 

Hidup dalam seluruh kekayaannya, permenungan dan perjuangan, kesepian dan tawa persaudaraan, kegopohan, kaum muda, kesunyian, penderitaan dan pesta – seluruhnya dijiwai oleh nafas Roh Kudus yang adalah cahaya dan kekuatan.
Hidup menjadi jalan kemuridan -“hidup dalam Kristus”- dibagikan dengan yang lain yang berjalan pada jalan yang sama.
Dalam sinode ini (berjalan bersama yang lain) Kita mengenal bekas-bekas kaki, alur-alur tergambar oleh kaki-kaki yang familiar dari saksi-saksi yang mendahului kita dan memberikan kita musik dan warna untuk menyanyi dan mewarnai nada-nada pribadi Injil umum dari semua.
Bukanlah hal lain apa yang kita namakan spiritualitas kita.

 


trinite

Hidup dalam persekutuan Tritunggal, Bapa, Putera dan Roh Khudus

"Roh Kudus adalah ikatan cinta yang menyatukan kita kepada Bapa dan Putera seperti mengikat bersama Bapa dan Putera."

Yohanes- Maria

Mengimani Trinitas

Mengakui bahwa akar-akar kita tertanam dan muncul dari persaudaraan, dari Sabda, dari keterbukaan, dari “aku” yang berkembang menjadi “kita”.
Hidup bersama dan dengan Putera, diutus oleh Bapa untuk menciptakan kembali persaudaraan di antara umat manusia, melalui kekuatan Cinta, yaitu Roh.
Menciptakan suasana kedekatan dan kesamaan, komunitas yang hidup, pancaran dan kenabian dari meja bundar tanpa sudut, dari padanya kita datang dan yang kita bangun setiap hari.
Misteri Trinitas : pusat, model dan tujuan dari keberadaan kita sebagai orang beriman.


nativite1Mengikuti jejak langkah Kristus miskin

"Cintailah dan hayatilah kemiskinan religius dalam segala hal, yang harus membukakan bagimu semua harta surgawi…"
Pedoman Hidup 1825

 

Turun, mengosongkan diri

Dari kemahakuasaan Trinitas yang maha tinggi, sampai ke permukaan bumi, sampai pada derajad lumpur manusiawi yang hina, sampai pada ketelanjangan rapuh semua manusia.
Sejak saat itu seluruhnya berubah wajahb : rintihan seorang anak, dan batas-batas di mana orang-orang miskin berkemah di alam terbuka dari Allah, hewan-hewan dari kandang mana saja, anjing-anjing gelandangan, dan orang-orang miskin, gembala-gembala, mereka yang tidak memiliki tempat tinggal…
Dan ketika Allah mulai melakukan paradoks : malam yang terang-benderang, keheningan yang bergemuruh…
Ia terus menyelamatkan dari bawah, merangkul yang lemah untuk membalut luka-luka yang menghasilkan perjuangan gila untuk memperoleh kuasa, kegemilangan dan hak milik.
Ia telah membinasakan diri sendiri, tanpa komentar dan kata sifat.


nativiteMenyaksikan Allah Perdamaian

"Inti Kongregasi adalah semangat perdamaian dan cinta kasih; Bruder-Bruder hidup bersama dalam satu kesatuan yang sempurna, saling mencintai dan saling membantu."
Pedoman Hidup dari 1823

Damai

Kepenuhan total dari damai terdapat di dalam mata Bayi ini, dan di dalam kekaguman mempesona dari wajah para gembala.


christSebagai ikon Kristus di tengah dunia

"Ketika Allah mengatakan ia ingin pengudusan kita, adalah seperti mengatakan bahwa Ia ingin mengembalikan kita kepada ke sempurnaan Puteranya... kita mencintai seperti dia mencintai, semoga semua pikiran kita konsisten dengan pikirannya dan bahwa kita adalah ikon yang hidup."
Yohanes- Maria

Serupa dengan Putera

Menjadi sama seperti Putera, mencapai kesetaraan denganNya merupakan puncak tertinggi dari keinginan dan dambaan.
Mengikuti JalanNya, mengikuti jejak-jejak kakiNya yang nyata, mencapai tempat-tempat yang dikunjungiNya (orang-orang miskin, anak-anak, mereka yang ditinggalkan…)dan mengikuti perjalanan bathinNya, yang dimeterai secara khusus oleh tangan Abba, yang sebelumnya dihanyutkan oleh angin yang tak terkendalikan dari Roh, memunculkan Kerajaan Allah yang telah ada bersama Dia.
Mengikuti KebenaranNya : pikiran-pikiran, keinginan-keinginan, cita-cita dan rencana-rencanaNya segala sesuatu yang memberi ciri khas kepada kekuatan-kekuatanNya dan program yang menimbulkan kerinduan-kerinduan, perjuangan-perjuangan, harapan, persahabatan dan cintaNya…
Menghidupi HidupNya, agar dapat berkata : “Hidupku adalah Kristus”.


anakBiarkan anak-anak datang kepadaku

"Tugasmu luhur dan ilahi, karena kamu tidak hanya bermaksud memberikan kepada anak-anak yang dipercayakan kepadamu perhatian berkaitan dengan hal-hal duniawi, melainkan kamu dipanggil untuk menjadikan anak-anak itu murid-murid Yesus-Kristus, ahli waris Kerajaan dan Kemuliaannya."
Yohanes- Maria

Di sana anak-anak berada Dalam keterlantaran yang sunyi dengan mata terbuka, lemah dan penuh kasih tangan-tangan yang terbuka ke masa depan mengharapkan dari orang-orang lain, kepercayaan penuh kepada tangan orang lain yang mendampingi mereka.
Di sana ada anak-anak yang menantikan roti, kasih sayang, sedikit waktu, pendampingan, keinginan untuk turun sampai kepada mereka, anak-anak yang menderita perlakuan yang tidak adil, ketidakperdulian anak-anak yang hidup dengan kelimpahan roti duka kejenuhan.
Anak-anak seperti mereka untuk dapat menjadi Injil
Anak-anak seperti Yesus, di antara mereka.


croixMencintai dengan sepenuh hati sampai di Salib

"Adalah suatu keharusan bahwa kita memikul salib yang telah menyelamatkan kita dan menyempurnakan di dalam diri kita hal yang masih kurang dari penderitaan Yesus Kristus, seperti dikatakan Santo Paulus."
Yohanes- Maria

Seorang diri

Untuk selama-lamanya seorang diri Bersama dengan kesendirianMu yang semakin menanjak,seorang diri hanya Bapa (Allah sendiri) terasa di dalam tangan-tangan ke dalamnya mempercayakan rohMu “dan engkau diam”.
Di hadapan tubuhMu tersalib berlumuran darah, debu, kegemparan kelelahan, insomnia, kehausan, penganiayaan…
Tersisa bagiku hanya kegemparan dari skandal atau keheningan mempelajari “logika” salib dan mempercayakan diri, sebagaimana engkau telah melakukannya kepada Dia yang menerimanya, berserah sampai akhir, dalam sebuah tindakan cinta yang tetap tanpa batas.
Hal itu menyelamatkan dunia.


getsemaniMencari kehendak Bapa

"Jadilah sederhana, kecil, fleksibel di tangan Allah."
Yohanes- Maria

Taman Getsemani

Suatu cara berada di hadapan kehidupan : mata menyalak karena cinta dari Allah–Bapa yang telah mencintai kita terlebih dahulu hati yang berirama langkah dari Dia yang memiliki kita di dalam tanganNya memelihara kita secara bijaksana dan membisikkan dengan lembut
- tanpa menuntut jawaban yang wajib - keinginanNya bagi setiap orang dan sejarah kita kaki-kakiNya melangkah dengan berani mengelilingi jalan-jalan yang Allah tentukan untuk kita
- dalam kekaguman kegembiraan atau dalam kesedihan, dalam kesepian atau dalam jalan bersama dari banyak orang, dalam tawa atau ketakutan, dalam kebahagiaan atau kekejutan keras dari kedukaan.
Taman Getsemani:
Mencari, menikmati, merangkul selalu kehendak Bapa orang-orang yang tahu bahwa itulah rencana cinta dan di dalamnya terselubung kepenuhan DAMAI.

Sejarah Misi Indonesia

br-dan-bsrBruder Daniel adalah seorang dari empat Bruder yang mendirikan misi Bruder La Mennais di Indonesia. Dia menjawabi beberapa pertanyaan tentang sejarah Bruder La Mennais di Indonesia.

Kapan kamu tiba di Indonesia ? Di mana ? Siapa yang mengutus kalian ke Indonesia ? Kenapa ? Siapa yang menerima kalian di Indonesia ?
Kami berangkat dari Roma tanggal 2 januari 2000 dan tiba di Denpasar, Bali, hari esoknya ; sesudah dua malam di Bali, kami menuju ke Flores.
Jelas kami diutus oleh Tarekat Bruder La Mennais ; akhir agustus 1999, diadakan sebuah acara perutusan di Rumah Induk Tarekat, di Ploermel, dengan dihadiri oleh kedua keluarga kami (Br Stef dan Br Daniel) dan semua Bruder dari Provinsi Santo Yohanes Pembaptis, Perancis.
Dari awal, Tarekat SVD di Flores membantu Bruder Yosu, Anggota Dewan Tarekat Bruder La Mennais, untuk mengatur kedatangan kami di Flores, jadi kami diterima selama 6 bulan di Provinsialat SVD di Ende.4FIC-pertama

Berapa Bruder yang datang ke Indonesia ? Dan siapa saja ? Kenapa ada Bruder orang Spanyol dan orang Perancis ?
Empat Bruder (Br Nicolas Mediavilla Garcia, Br Oscar Ruiz Castro, berdua orang Spanyol, Br Stephane Le Pape, dan Br Daniel Lefrere, berdua orang Perancis). Selama 6 minggu Br Yosu tinggal bersama dengan kami untuk menemani kami.
Rencananya Tarekat adalah membangun sebuah misi baru yang bersifat internasional sesuai dengan usulan dari Kapitel Umum.

lebaoWaktu itu, apa yang kalian buat ? Di dalam sejarah misi, adakah langkah-langkah yang penting ? Sekarang, apa yang kalian lakukan ? Untuk ke depan, apa ada rencana ?
Tugas pertama adalah memulaikan sebuah proses penyesuaian diri dengan tempat baru ini (Budaya setempat, bahasa baru dan sebagainya). Jadi kami mulai belajar bahasa indonesia, kunjung komunitas-komunitas gerejani (biara, paroki), sekolah-sekolah…

  • ŸLangkah yang pertama adalah sebagai guru di SMAK Santo Darius, Larantuka;
  • ŸLangkah yang kedua, waktu kami dipercayakan Bapak Uskup Darius Nggawa untuk mengelolah SMAK itu;
  • ŸLangkah yang ketiga, mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Non-Formal, Pusat La Mennais, untuk memperhatikan kaum muda yang tidak / belum sempat melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi atau Kuliah;Ÿ
  • Langkah yang keempat, memulaikan proses panggilan agar, di masa yang akan datang, ada Bruder La Mennais asal Indonesia yang bisa melanjutkan untuk membantu anak-anak dan orang muda sesuai dengan karisma Pendiri kami, Yohanes Maria La Mennais. Kami punya dua misi yang penting : melayani orang muda di Pusat La Mennais dan membimbing para calon Bruder yang sudah mulai proses pembinaan. Melayani, membimbing, mendidik lebih banyak anak dan orang muda di sekolah-sekolah sesuai dengan semangat Yohanes Maria dengan Bruder-bruder orang Indonesia.

Terima kasih Bruder Daniel.

Perkembangan

Petualangan misioner

Dengan niat yang teguh untuk setia kepada maksud-maksud Pendiri, para Bruder tetap berusaha memberikan pengajaran dan pendidikan kristiani di sekolah-sekolah kepada kaum muda. Kerasulan misioner yang dimulai sejak tahun 1837, dilanjutkan dengan arah yang sama di Guadalupe, Martinika, Senegal, Guyana, Saint-Pierre-et-Miquelon, Tahiti, dan di Haiti mulai tahun 1864. Dan ketika karena akibat dari peristiwa-peristiwa politik Prancis mereka diusir dari kebanyakan  daerah-daerah di atas, semangat apostolik  mengantar para Bruder ke Kanada.

Sementara itu, misi mereka diperkuat oleh kehadiran dua kongregasi, yaitu Kongregasi para Bruder dari Gascogne, yang didirikan oleh Mgr de la Croix d’Azolette, Uskup Agung dari Auch, pada tahun 1876, dan Kongregasi para Bruder dari Santa-Maria dari Tinchebray tahun 1880, didirikan oleh romo Charles-Augustin Duguey.

keluarga-la-mennais

Meskipun dilarang di Perancis pada tahun 1903  dan semua harta miliknya dirampas, serta jumlah anggotanya menurun dalam waktu beberapa tahun dari dua ribu ke seribu orang, Kongregasi tetap yakin akan kelangsungan hidup dan karyanya.  Kongregasi tetap bertahan di negara asalnya karena banyak dari anak-anaknya berani menghadapi penderitaan dan bahaya-bahaya hidup dalam persembunyian. Kongregasi  hadir juga di Bulgaria, Turki dan Mesir, dan  mulai berkembang di Kanada sejak kehadirannya untuk pertama kali pada tahun 1886, dan berkarya di Spanyol, Italia, Inggeris dan Amerika Serikat.

Beberapa dari negara-negara tersebut di atas segera mengutus anak-anaknya, yaitu Bruder-Bruder Pendidikan Kristiana (BPK) untuk membantu misi-misi yang telah ada atau membangun misi baru di Afrika (Uganda, Tanazania, Seycheles, Kenya, Rwanda, Burundi, Kongo  RDC), Argentina, Uruguay, Chile, Jepang dan Alaska. Sementara itu Bruder-bruder dari Prancis kembali ke Senegal dan Kepulauan Markisa, dan membuka misi-misi baru di Pantai Gading, Togo dan Benin.

 

Mendalami karisma

Karya Evangelisasi ini yang dijalankan di berbagai lingkungan yang berbeda-beda dapat terlaksana dengan baik karena  sejak semula Pendiri telah menetapkan para Bruder sebagai sebuah Kongregasi religius. Sejajar dengan perluasan teritorial Kongregasi, Kapitel - Kapitel Umum secara berturut-turut telah melengkapi organisasi Kongregasi dan menuntut persatuan mendasar antara hidup religius dan karya apostolik.

Sambil menyesuaikan diri dengan zaman yang selalu berubah, para Pemimpin dan Bruder-bruder telah sadar bahwa keberhasilan kegiatan apostolik bergantung pada tingkat pengetahuan umum yang tinggi dan kedalaman hidup rohani, yang diperkaya dengan pengetahuan tentang Kitab Suci dan Teologi, yang tentunya mesti dipenuhi  oleh  formasi awal dan formasi lanjutan.

br-yannick-t

Karena itu, kedua warisan dari para Pendiri, yaitu warisan religius dan warisan apostolik, yang disahkan oleh Gereja dengan pengakuan Kongregasi  Pontifikal pada tahun 1891, dan selalu dipelihara dengan setia, diteruskan kepada para Bruder hari ini.

Di tengah suatu dunia yang terus-menerus berubah, para Bruder ingin melayani orang-orang muda dengan suka rela, sambil memperhatikan aspirasi dan inspirasi  generasi masa sekarang, dan tetap berpegang teguh pada Kristus, Pedoman hidupnya yang paling tinggi.

Pada mulanya

Sejarah kita

06-Juni-1819Pada tanggal 6 juni 1819, Rm. Yohanes Maria de la Mennais, Vikaris Kapitel dari Saint-Brieuc, dan Rm. Gabriel Deshayes, pastor paroki dari Auray serta Vikaris Jendral dari Vannes, menandatangani Traktat Persatuan di Saint-Brieuc, yang menjamin penyatuan usaha-usaha mereka  untuk « memberikan guru-guru yang sungguh-sungguh saleh kepada anak-anak masyarakat setempat, khususnya  mereka yang berasal dari pedalaman Bretagne… »

Terdorong oleh inspirasi  Roh Kudus dan dikuatkan dengan persekutuan persahabatan di antara mereka, maka para Bapa Pendiri bertekad untuk meningkatkan perhatian demi perkembangan karya yang baru dimulai. Pengikraran pertama kaul ketaatan terjadi selama retret bersama di Auray, pada tanggal 15 september 1820. Kongregasi para Bruder Pendidikan Kristiani yang baru lahir berkembang dengan sangat cepat.  Berkat jasa pembelian sebuah rumah oleh Pater Deshayes di Ploermel, maka Romo de la Mennais menjadikan Ploermel sebagai pusat Kongregasi sejak november 1824. Kendati pun berada dalam situasi sulit di mana mereka bekerja dan disertai dengan program formasi yang 008tidak terencana baik, para Bruder Pendidkan Kristen, yang sudah dirasuki oleh semangat berapi-api dari para Pendiri, membawa terang Injil dan pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu profan kepada para kaum muda di wilayah-wilayah yang terpencil.  Di samping itu, banyak dari antara mereka yang  telah dipenuhi dengan semangat misioner menyeberangi lautan untuk mewartakan Sabda pembebasan dari Kristus Penyelamat kepada masyarakat di Antilles dan  Afrika.

01 cyprienSetelah yakin akan keberlangsungan hidup dan karya Kongregasi, yang  kepadanya ia abdikan diri seutuhnya, dan didukung oleh ke-852 (delapan ratus lima puluh dua) Bruder dan para Puteri dari Providence (Puteri Rahmat Ilahi) dari Saint-Brieuc, serta dihormati oleh sejumlah  besar anak-anak dan orangtua,Romo Yohanes-Maria de la Mennais merasa bahwa dia belum berbuat apa-apa. maka ia berkata.  «  Anakku, selesaikan karyaku ». demikian katanya  kepada Bruder Cyprien (Br. Siprianus)  beberapa hari sebelum kematiannya  di Ploermel pada tanggal 26 december 1860.