Acara di Biara La Mennais

Ditulis oleh Super User. Posted in Biara La Mennais

br-sius-bsrNama saya Sius. Berikut ini merupakan pengalaman saya yang  menarik menejelang berakhirnya kegiatan kursus di Pusat Lamennais.

Sebelum  berakhirnya materi kursus Komputer, Menjahit dan Otomotif-Las di Pusat Lamennais, para Bruder mengundang semua peserta kursus untuk menghadiri acara “berbagi bersama” baik dalam persahabatan, doa, dan  rekreasi bersama, di pendopo biara Bruder FICP.

Menurut saya  hal ini tentu sangat unik dan menarik. Karena  ditempat pelatihan yang lain hampir tidak ditemukan kegiatan seperti ini. Kegiatan ini dipandu oleh Br. Daniel FICP. Beliau adalah Promotor panggilan di Bruderan FICP. Kegiatan ini pertama-tama diawali dengan bernyanyi bersama, mendengarkan cerita yang bermakna, kemudian berdiskusi bersama dalam kelompok. Adapun tema yang diskusikan yakni “Terima dan Kasih”. Tema ini bertolak dari cerita singkat yang dibawakan oleh Br.Danie Ficp. Didalam pembahasan tema ini, semua peserta diminta untuk mencoba mengingat kembali pengalaman-pengalaman dimana mereka pernah “memberi”, kemudian “menerima” sesuatu dari orang lain selama hidupnya, serta yang mereka beri dan terima dari Pusat Lamennais dalam beberapa bulan terakhir ini. 

Selanjutnya pengalaman-pengalaman tersebut dapat di sharingkan kepada peserta yang lain. Sebagai orang muda saya merasa sangat senang dalam mengikuti kegiatan ini. Sebab ada beberapa hal penting dan menarik pula yang dapat dipetik dari kegiatan  ini. Salah satunya adalah membangun relasi yang akrab melalui kegiatan “sharing” tersebut. Dengan tema yang menarik tadi, semua peserta kursus dan termasuk para guru pendamping kursus, mendapat kesempatan untuk mensharingkan pengalamannya masing-masing sekaligus dapat saling menegenal satu sama lain. Para peserta kursus yang hadir sangat senang dan suasana persaaudaraan pun tampak jelas selama kagiatan ini berlangsung. Puncak dari kegiatan ini adalah semua peserta yang hadir diajak untuk berkomitmen sebelum meninggalkan Pusat Lamennais. Sebagai simbol bahwa semua peserta harus memiliki komitmen, para Bruder menyiapkan beberapa lembar kertas plastik dan spidol. Selanjutnya para peserta diminta menuliskan seuatu entah menggambar sesuatu, paraf dan lain-lain sebagai bukti nyata bahwa mereka memiliki komitmen. Dan hal ini sungguh luar biasa.
Kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan santap malam bersama dinringi dengan alunan musik yang merdu. Sungguh menyenangkan.
Akhirnya sekian dulu  pengalaman dari saya, sampai jumpa dilain kesempatan.
Terima kasih....
Aspiran Blasius FICP